bisnis "AYAM PETELUR"
Posted by
Telur ayam merupakan salah satu komoditas unggulan dalam
bidang peternakan. Kandungan gizi yang terdapat di dalam telur ayam lebih
tinggi dibandingkan dengan bahan makanan sejenis dan harga telur ayam pun
relatif terjangkau sehingga telur ayam banyak dikonsumsi oleh masyarakat,
terutama anak-anak karena telur ayam mengandung sumber protein, vitamin,
energi, mineral dan zat gizi lainnya, selain itu telur ayam juga digunakan
setiap harinya oleh penjual nasi goreng, martabak telur, pembuatan kue kering,
roti dan olahan makanan lainnya.
Permintaan telur ayam selalu mengalami peningkatan dari
waktu ke waktu. Tingginya angka konsumsi telur ayam memberi peluang yang sangat
bagus untuk dijalani dan bisa mendatangkan keuntungan yang besar, resiko
usahanya pun kecil, untuk memulai usaha ini tidak membutuhkan modal yang
terlalu besar, pemeliharaannya juga tidak begitu sulit, selain itu tidak
membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan tidak memerlukan waktu yang begitu lama
untuk setiap kali panen, Anda pun dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain,
Usaha Ayam Petelur ini cukup dilakukan dengan managemen dan alat produksi yang
sederhana, dan masih banyak kelebihan lainnya.
Saat ini sudah banyak para pelaku usaha baru yang berminat
untuk memulai Usaha Ayam Petelur ini, dari Usaha Ayam Petelur ini telah
menciptakan banyak pengusaha sukses dan mereka telah menikmati keuntungan dari
usaha ini, mereka tinggal menghitung keuntungan dari jumlah telur yang mereka
miliki. Mungkin salah satunya adalah kakak keponakan saya, kakak saya memulai
usaha ayam petelur pada tahun akhir 2011, jumlah ayam pertama yaitu 650 ekor,
dengan modal awal sekitar Rp. 70 jutaan, modal tersebut meliputi, bibit ayam
petelur, yang saat itu harga per ekornya sekitar Rp.28.000, kandang, pakan
untuk sebulan, dan vaksin awal. Ayam tersebut tidak akan langsung bertelur tapi
harus menunggu ayam bisa berumur 19 sampai 20 minggu dan itupun tidak semua
akan bertelur secara bersamaan, yaitu bertahap dari 50%, 60%, 70% sampai 97%.
Untuk 650 ayam dapat menghabiskan 70 kg pakan. Dengan pendapatan telurnya
antara 29- 33 kg perhari. Sehingga kita bisa mengetahui keuntungan kita,
contoh;
Telur yang dihasilkan 30 kg x Rp.15000/kg = Rp.450.000
Sehari menghabiskan 70 kg x Rp. 3500/ kg (2012) = Rp. 245.000
Jadi, kita masih ada bagian
Rp.205.000/hari ( pegawai untuk ayam dibawah 1000 ekor bisa di handle
satu orang, bahkan kita sendiri, listrik kita hanya menggunakan 3 lampu, dan
air hanya pagi dan sore)
Saat ini kakak saya telah memiliki 2 kandang dengan
kapasitas 1500 ekor ayam…
bisa dihitung sendiri keuntunganya. Menurut saya, “SEMAKIN BANYAK AYAM PETELUR YANG KITA MILIKI, MAKA SEMAKIN TINGGI PULA KEUNTUNGAN YANG KITA DAPAT” (this true story)
bisa dihitung sendiri keuntunganya. Menurut saya, “SEMAKIN BANYAK AYAM PETELUR YANG KITA MILIKI, MAKA SEMAKIN TINGGI PULA KEUNTUNGAN YANG KITA DAPAT” (this true story)
alamat kakak :Sambirejo, Sragen.




